Tuesday, November 17, 2009

Budaya Melayu

Khazanah Budaya Melayu





Pulau Penyengat sebagai salah satu pulau bersejarah di Tanjungpinang menyimpan begitu banyak kisah-kisah yang menarik, mulai dari kisah cinta hingga sejarah. Salah satu kisah cinta yang sampai saat ini melagenda adalah, kisah cinta antara Sultan Mahmud Riayat syah III (Sultan Johor-Riau-Lingga dan Pahang) dengan Raja Hamidah atau yang lebih dikenal dengan Engku Putri.
Sebagai bukti besarnya rasa cinta Sultan Mahmud kepada Engku Putri, Pulau Penyengat beserta isinya dijadikan sebagai “Emas Kawin”. Engku Putri yang notabene putrid dari Raja Haji Fisabilillah adalah pemegang Regalia atau alat-alat kebesaran kerajaan Johor-Riau-Lingga dan Pahang. Salah satu alat kebesaran tersebut adalah Cogan atau Sirih Besar, yakni sebuah tombak kebesaran yang menyerupai daun sirih yang terbuat dari emas dan tulang perak. Cogan tersebut kini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta.
Bangunan-bangunan sebagai bukti sejarah masih banyak ditemukan di Pulau Penyengat. Diantaranya adalah : Komplek makam Engku Putri dan Raja Ali Haji, makam Raja Haji Fisabilillah, makam Daeng Marewah, makam daeng Calek, Komplek makam Raja Jakfar, komplek Istana Kantor, Gedung Mesiu serta benteng pertahanan Bukit Kursi. Benteng Bukit Kursi adalah benteng yang memiliki arsitektur paling sempurna pada masanya. Benteng ini langsung menghadap ke laut yang merupakan pintu masuk kapal-kapal musuh, sehingga sebelum kapal-kapal musuh merapat di Pulau Penyengat, tembakan ratusan meriam langsung “menyambut”.
Selain wisata sejarah, Tanjungpinang juga menawarkan wisata seni dan budaya. Atraksi-atraksi seni dan budaya dikemas apik dalam Calender of Events kota Tanjungpinang. Berbagai atraksi seperti : Dragon Boat Race, Lomba Sampan Layar, Jong, Kano, Lomba Selam Tradisional dan Festival Tari Daerah akan menjadi suguhan menarik bagi wisatawan untuk lebih mengenal kekayaan khazanah budaya Negeri Melayu.

No comments:

Post a Comment