Monday, March 14, 2016

CERITA MENARIK DARI WONDERWOMEN KEBERSIHAN



Minggu pagi yang cerah tanggal 14 Februari 2016. Kantorpos Lubuklinggau bersama MAS GERI mulai menggantikan tugas para petugas kebersihan. Adapun akronim dari “Mas Geri” yaitu Memilih dan mendulang arti, Aksi bersih tanda peduli, Silaturahmi membuka hati, berbaGi sEnyum dan ceRIta pagi. Kebersihan yang dilakukan dari jam 05.30 wib sampai jam 08.00 wib ini dilaksanakan di sekitar jalan protokol Kota Lubuklinggau. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalankan program “Pos Indonesia Bergerak 2016” yang salah satu tujuannya adalah untuk menimbulkan rasa empati terhadap para petugas kebersihan serta menyadari peran penting mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Selesai membersihkan jalan protokol, kami beristirahat dan duduk bersama sambil berbagi cerita suka dan duka. Ibu Marhayati (50) salah satu petugas kebersihan dengan senang hati menceritakan kisah menariknya selama menjadi petugas kebersihan di Kota Lubuklinggau. Beliau bertugas saat pagi dan sore hari. Di hari biasa beliau mulai bekerja dari jam 10.00 wib sampai dengan jam 14.00 wib, setelah itu dilanjutkan sore harinya  dari jam 16.00 wib sampai 17.30 wib dan khusus untuk hari Minggu beliau bertugas dari jam 07.00 pagi sampai jam 12.00 siang. Perbulannya beliau mendapat penghasilan Rp 1.000.000,00 yang mana tidaklah cukup untuk menambah penghasilan di keluarganya. Tetapi, beliau tetap bersyukur dengan nikmat yang beliau dapatkan selama ini. Beliau bekerja sebagai petugas kebersihan dari tahun 2006. Dan selama 10 tahun bekerja, beliau selalu merasa senang dalam menjalankan pekerjaannya, tidak pernah mengeluh karena yang terpenting bagi beliau hanyalah kesehatan masyarakat dan kebersihan Kota Lubuklinggau.
Ibu Marhayati tidak sendirian, ada 4 orang lagi yang juga bertugas seperti beliau yang berbagi cerita bersama kami. Yang pertama Ibu Haliya (56) yang sudah bekerja menjadi petugas kebersihan kota dari tahun 1990. Pada saat itu beliau diberi upah sebesar Rp 45.000,00 perbulannya. Ibu dari lima anak ini pernah mendapatkan penghargaan dari Walikota Lubuklinggau karena lamanya beliau mengabdi untuk kebersihan dan keindahan Kota Lubuklinggau. Untuk selanjutnya yaitu Ibu Asna Dewi (44) yang mulai bekerja bersamaan dengan Ibu Marhayati. Tidak jauh beda dengan Ibu Marhayati, beliau juga sangat menikmati pekerjaanya sebagai petugas kebersihan. Selanjutnya Ibu Sarikem (60) beliau menceritakan bahwa apa yang beliau kerjakan adalah suatu keikhlasan untuk mendapat ridho Allah semata. Saat ini beliau belum memiliki tempat tinggal tetap, masih menumpang di rumah warga yang beralamatkan di Perumnas Tanjung Aman Kota Lubuklinggau. Beliau ingin sekali memiliki rumah sendiri, tetapi kerasnya hidup di kota dan biaya kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat membuat keinginannya belum tersampaikan. Beliau bekerja dari tahun 1990 saat kota Lubuklinggau masih menjadi bagian dari Kabupaten Musi Rawas. Dan yang terakhir yaitu Ibu Asana (45), beliau adalah tipe orang yang tidak terlalu banyak bicara, hanya beberapa hal yang beliau share kepada kami yaitu tentang lokasi yang mereka bersihkan tidak tetap dan tidak menentu, semua tergantung jadwal dari Kepala Dinas.
“Kami cuman pengen agar setiap wong jago kebersihan dilingkungannyo. Jangan buang sampah baseng bae, kan dah ado tempat sampah dipinggir jalan”, ucap Bu Asana.
“Pak kalo orang Pos sering dak buang sampah sembarangan, karena hari ini dah ikut kami kerjo, besok pacaklah buang sampah di tempatnyo”, ujar Ibu Sarikem sambil tersenyum dan diikuti suara tawa kami bersama.
Harapan mereka masyarakat Kota Lubuklinggau dapat menjaga kebersihan kota sehingga keindahan Kota akan terwujud. Selain itu, mereka juga berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan kesejahteraan mereka sebagai petugas kebersihan.
Mereka juga sangat berterimakasih kepada Kantorpos Lubuklinggau karena dengan adanya kegiatan ini, pekerjaan mereka jadi lebih ringan dan merasa dianggap “ada” karena sudah mengikutksertakan mereka semua dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Agek kalu ado kegiatan cak ini lagi, bolehlah kami diundang lagi Pak”, jelas Bu Haliya dengan logat Sumateranya yang kental.
Diakhir pertemuan kami mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu petugas kebersihan dan memberikan bingkisan serta uang yang tidak seberapa dibandingkan rasa terima kasih kami atas pekerjaan yang selama ini dilakukan mereka.  Dengan perasaan senang mereka menerima dan mengucapkan terima kasih, sejenak suasana terasa haru bagi kami semua.

Dari rangkaian cerita ibu-ibu petugas kebersihan, ada baiknya kalau kita lebih sadar akan kebersihan di lingkungan sekitar. Karena kalau bukan kita siapa lagi. Semua berawal dari diri kita sendiri, sudah saatnya kegiatan Pos Indonesia Bergerak menjadikan Indonesia bebas sampah di 2020.

No comments:

Post a Comment